Profil

A rejoint le : 14 oct. 2022

À propos

Resiko Hamil Tua

Hamil usia tua, yaitu waktu berusia di atas 35 tahun, sebenarnya lebih berisiko, baik bagi ibu hamil sendiri maupun janinnya. Meski demikian, dengan persiapan, pengawasan, dan perawatan kehamilan yang benar, Anda tetap bisa menjalani kehamilan yang sehat.

Hamil di usia 35 tahun, baik untuk kehamilan pertama maupun kehamilan selanjutnya, tergolong kehamilan di usia tua. Wanita yang hamil di usia berikut biasanya lebih berisiko mengalami problem kesehatan selama mengandung. Risiko ini terhitung bisa terjadi pada janin.

Namun, dengan perencanaan yang baik, serta perawatan yang benar selama kehamilan dan di bawah pengawasan dokter, hamil usia tua tetap bisa dijalani dengan aman dan sehat.

Beberapa Risiko Hamil Usia Tua

Usia yang ideal bagi wanita untuk hamil adalah kira-kira usia 20 tahun sampai awal 30 tahun. Saat memasuki usia 35 tahun, tingkat kesuburan wanita biasanya menurun, sehingga mempengaruhi kuantitas dan kualitas sel telur yang diproduksi. Yang di kutip oleh beritague

Perubahan hormon terhitung bisa berdampak pada era subur atau ovulasi dan peningkatan risiko terjadinya penyakit tertentu, layaknya endometriosis, yang bisa mempengaruhi kesuburan.

Tak hanya itu, ada beberapa risiko yang bisa dialami oleh wanita yang hamil di usia tua, antara lain:

Kelainan genetik pada bayi Berbagai riset membuktikan bahwa ibu hamil yang berusia 35 tahun atau lebih berisiko melahirkan bayi dengan suasana cacat bawaan lahir atau kelainan genetik, layaknya sindrom Down, penyakit jantung bawaan, polidaktili, dan bibir sumbing.

Risiko keguguran Wanita yang hamil di usia 35 tahun atau lebih tua terhitung diketahui lebih rentan mengalami keguguran. Beberapa riset membuktikan bahwa situs judi slot terbaik dan terpercaya no 1, mengalami keguguran sampai 20–35%, terkecuali dibandingkan dengan wanita yang hamil di usia lebih muda.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh bermacam hal, menjadi dari kelainan genetik pada janin, suasana kesehatan ibu yang tidak cukup baik, atau riwayat keguguran sebelumnya.

Risiko melahirkan bayi prematur Wanita yang hamil di usia tua lebih berisiko melahirkan bayi prematur atau lahir dengan berat badan rendah. Hal ini bisa memicu bayi mengalami bermacam persoalan kesehatan, menjadi dari problem pernapasan, kekuatan tahan tubuh lemah, sampai terhambatnya tumbuh kembang.

Komplikasi kehamilan Wanita yang menjalani kehamilan di usia 30–40 tahun rentan mengalami bermacam komplikasi kehamilan, layaknya diabetes gestasional dan preeklamsia. Risiko ini bakal jadi meningkat seumpama pernah mengalami suasana serupa pada kehamilan sebelumnya.

Proses melahirkan dengan operasi caesar Wanita yang berusia lebih tua waktu hamil terhitung lebih rentan mengalami problem selama persalinan, sehingga dibutuhkan operasi caesar. Selain itu, riwayat operasi caesar pada mulanya terhitung bisa memicu wanita yang hamil di usia tua perlu melahirkan dengan metode yang sama.

Tips Menjalani Kehamilan Sehat di Usia Tua Meski hamil usia tua lebih berisiko, Anda tetap bisa menjalani kehamilan dengan aman dan sehat. Oleh sebab itu, ada beberapa tips yang bisa Anda coba lakukan selama menjalani kehamilan di usia tua:

1. Rutin memeriksakan kandungan Selama menjalani era kehamilan, Anda direkomendasikan untuk memeriksakan suasana kadar secara rutin. Pemeriksaan ini penting dilaksanakan sehingga dokter bisa memantau suasana kesehatan Anda serta tumbuh kembang janin.

2. Konsumsi suplemen untuk ibu hamil Anda terhitung perlu memenuhi asupan nutrisi waktu hamil dengan mengonsumsi makanan bergizi. Untuk meyakinkan asupan nutrisi tercukupi selama hamil, Anda pun perlu mengonsumsi suplemen kehamilan yang memiliki kandungan banyak ragam nutrisi penting, layaknya asam folat, zat besi, serta aneka vitamin dan mineral.

Asam folat berperan penting untuk menghindar terjadinya cacat tabung saraf pada janin, sedangkan zat besi bisa menghindar anemia waktu hamil. Anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk pilih dosis suplemen yang perlu dikonsumsi selama hamil.

3. Jaga berat badan ideal waktu hamil Penting untuk tetap menjaga pertambahan berat badan ideal selama era kehamilan. Untuk wanita yang sudah punyai berat badan ideal, penambahan berat badan yang sehat selama hamil adalah kira-kira 11–15 kg.

Sedangkan, bagi wanita yang punyai berat badan berlebih, peningkatan berat badan yang ideal adalah kira-kira 6–11 kg.

Menjaga pertambahan berat badan tetap stabil selama kehamilan bisa menopang tumbuh kembang janin serta turunkan risiko terjadinya persoalan kesehatan selama kehamilan dan risiko risiko bayi terlahir prematur.

4. Hindari kebiasaan yang membahayakan janin Hindari bermacam kebiasaan buruk selama hamil, layaknya merokok serta mengonsumsi minuman beralkohol dan berkafein secara berlebihan untuk mengurangi risiko problem pada janin.

Selain itu, dengan jauhi kebiasaan tersebut, Anda terhitung bisa tercegah dari komplikasi kehamilan, layaknya preeklampsia.

5. Deteksi kelainan kromosom pada janin Untuk mendeteksi dini kelainan kromosom pada janin, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Dokter bisa lakukan pengecekan kadar yang meliputi USG, amniosentesis atau pengecekan cairan ketuban, atau pengecekan darah janin melalui plasenta.

Tes ini memiliki tujuan untuk mendeteksi mungkin adanya problem pada janin sehingga penanganan bisa dilaksanakan dengan cepat dan tepat.

Dengan mengerti bermacam risiko yang mungkin terjadi waktu hamil usia tua atau 35 tahun ke atas, Anda bisa pertimbangkan lagi untuk hamil di usia tersebut.

Apabila sudah mengambil keputusan untuk hamil lagi, Anda bisa mempersiapkan kehamilan dengan baik sehingga risiko terjadinya persoalan kesehatan pada diri Anda maupun janin bisa dikurangi.

Oleh sebab itu, Anda direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter waktu hendak hamil di usia tua atau sedang menjalani kehamilan di usia tua, sehingga dokter bisa lakukan pengecekan dan memantau suasana kesehatan Anda dan janin selama kehamilan.

resiko hamil tua

Plus d'actions